Media Ajar Online

  • Home
  • Home
  • Fisika
    • Mekanika
    • Kalor
    • Listrik
    • Magnet
  • Kimia
    • Kimia Dasar
    • Kimia Teknik
    • Aplikasi Kimia
      • Video Animasi Kimia
  • Aplikasi Sains
    • Alat Peraga
      • Fisika
      • Biologi
      • Kimia
    • Research Sains
      • Wirausaha
      • Karya Cipta
  • Medan Elektromagnetik
  • Matematika
    • Kalkulus
    • Statistik
  • Lain-lain
    • About The Physics
    • Mimpi

Senin, 18 April 2022

Konsep Sains

 April 18, 2022     No comments   

PENGUKURAN
(BESARAN, SATUAN dan KONVERSInya)

 1. Besaran dan Satuan

Besaran dalam fisika diartikan sebagai sesuatu yang dapat diukur, serta memiliki nilai besaran (besar) dan satuan. Sementara, satuan digunakan sebagai pembanding dalam pengukuran. Satuan Internasional (SI) adalah satuan hasil konferensi para ilmuwan di Paris, yang membahas tentang berat dan ukuran. Nah Squad, berdasarkan satuannya, besaran terdiri dari besaran pokok dan besaran turunan.

a. Besaran Pokok
Merupakan besaran yang menjadi dasar untuk menetapkan besaran yang lain. Satuan besaran pokok disebut satuan pokok dan telah ditetapkan terlebih dahulu berdasarkan kesepakatan para ilmuwan. Besaran pokok sifatnya bebas, artinya tidak bergantung pada besaran pokok yang lain.

b. Besaran Turunan
Merupakan turunan dari besaran pokok. Satuan besaran turunan disebut satuan turunan dan diperoleh dengan menggabungkan beberapa satuan besaran pokok.

2. Dimensi
Cara besaran tersebut tersusun atas besaran-besaran pokoknya dinamakan dimensi. Pada sistem Satuan Internasional (SI), ada tujuh besaran pokok yang berdimensi, sedangkan dua besaran pokok tambahan tidak berdimensi.
Untuk penulisan perkalian pada dimensi, biasa ditulis dengan tanda pangkat positif dan untuk pembagian ditulis dengan tanda pangkat negatif.

Sekarang, coba kita tentukan dimensi besaran-besaran berikut ya:
Luas (L) = panjang × lebar = [L] × [L] = [L]²
Volume (V) = panjang × lebar × tinggi = [L] × [L] × [L] = [L]³

latih diri dengan beberapa soal berikut:

  1. Sebutkan 3 sistem SI dari besaran pokok yang sering kamu jumpai!
  2. Apakah perbedaan besaran pokok dan besaran turunan? Jelaskan!
  3. Kita dapat melakukan pengukuran dan alat ukur yang digunakan apa saja, yang sering kalian temukan dalam kehidupan sehari-hari? Sebutkan!
  4. Misal : Ukurlah panjang papan tulis di kelas dan lebar kelas, Jika kita mengukur dengan pengukuran tidak baku (jengkal atau langkah kaki) bagaimana hasilnya dari masing-masing yang mengukur? Jelaskan!
  5. Tuliskan kesimpulan dari pengukuran dan Alat ukur yang berstandar internasional!
  6. Dari hasil pengukuran dan alat ukur yang sudah diketahui standarisasinya. Tuliskan dalam bentuk tabel besaran dan satuan serta dimensinya, untuk masing-masing besaran pokok dan besaran turunan.
  7. Besaran Suhu memiliki satuan apa saja?
  8. Tuliskan Rumus untuk mengkonversi satuan suhu 0Celcius menjadi satuan lainnya 
Terimakasih.
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Senin, 09 Maret 2020

cara membuat media pembelajaran interaktif dengan macromedia flash

 Maret 09, 2020     No comments   

a.     Membuat tampilan utama
1)      Klik creat new di halaman start saat macromedia flash pertama kali dibuka.
2)      Buat pengaturan ukuran halaman, pilih menu bar Modify-Document, atau bisa langsung tekan Ctrl+J dengan ukuran width = 650, dan height = 400.
3)      Buat 3 layer yang diberi nama masing-masing background,isi,dan tombol.
4)      Kemudian import gambar background dan gambar lainnya dengan cara pilih menu file – import - import to stage – pilih file gambar yang akan di import, atau bisa langsung tekan Ctrl+I kemudian atur gambar agar sesuai dengan ukuran stage.
5)      Pada layer isi atur gambar-gambar yang akan dijadikan menu bar sehingga membentuk suatu tampilan awal yang diinginkan.

b.     Membuat tombol navigasi
1)      Kemudian, convert gambar yang akan dijadikan tombol navigasi dengan cara klik kanan gambar lalu pilih convert to symbol - pada option type behavior-nya pilih Button - pada Registration pilih yang tengah pada Name ketikkan nama file lalu klik Ok. Lakukan langkah tersebut sampai seluruh gambar yang akan dijadikan tombol menjadi tombol navigasi.
2)      Untuk membuat animasi pada tombol dengan cara klik dua kali pada tombol yang diinginkan, kemudian klik kanan pada frame over lalu masukkan keyframe, atau tekan F6.
3)      Kemudian besarkan gambar dari tombol menggunakan Tool Free Transform Tool.Pada frame down lakukan hal yang sama tapi gambar tombol dikecilkan. Setelah semua selesai, untuk kembali ke stage utama klik tanda panah di sebelah menu utama .
4)      Lalu pada layer background klik kanan kemudian beri action script. Kemudian kita atur navigasi pada tombol di layer isi yang pertama kita pilih salah satu tombol ,lalu klik kanan pada tombol – pilih action atau tekan F9.
5)      Sedangkan untuk fullscreen yang akan muncul pertama kali saat file swf atau exe media pembelajaran interaktif dibuka beri action script pada frame 1 layer isi.

c.      Membuat animasi
1)      Kemudian buat animasi pada gambar dengan cara klik kanan convert to symbol-movie clip-pastikan behavior-nya ditengah-ok. Atur pergerakannya disetiap keyframe atau bisa tekan F6 dan insert frame dengan tekan F5 buat pergerakan animasi yang diinginkan.
2)      Pada frame 1 (frame pertama) layer isi buat teks opening dengan menggunakan text tool ketikkan teks “Ayo Jelajahi Tata Surya Kita!“.
3)      Lalu, convert to symbol-movie clip-pastikan behavior-nya ditengah-ok. Atur pergerakan teks dari kecil ke besar dengan cara klik 2x pada teks kemudian pada frame 1 atur ukuran teks dengan ukuran yang kecil dan di frame 5 atur ukuran teks menjadi lebih besar dari sebelumnya begitu seterusnya sampai dengan ukuran teks yang diinginkan.

d.     Mengimport video dan suara dubbing
1)       Setelah itu, import video dengan cara klik file – import – import video. Pada jendela select video klik tombol browse. Pilih file video yang diperlukan, lalu klik Open.
2)       Pada menu selanjutnya klik next, dan next lagi. Pada menu pilihan skin lalu anda juga bisa next aja terakhir klik finish. Dengan cara yang sama, Import semua file video yang diperlukan.
3)       Setelah itu import suara dubbing yang sebelumnya sudah diedit di Ulead Video Studio 12 dengan cara pilih file-import file- kemudian pilih file suara. Lalu klik kanan file suara di library pilih linkage-centang pada export for action script – edit name dengan nama s1 lalu ok.
4)       Kemudian, pada frame yang akan diberi suara beri action script berikut ini:
5)       Kemudian pada frame selanjutnya saat suara dimainkan pada frame sebelumnya tidak dimainkan pada frame selanjutnya dengan cara klik kanan-action- tulis action script

e.      Membuat kuis
1)      Kemudian untuk membuat kuis dengan cara buat sebuah kotak dengan Rectangle Tool, tetapi atur dulu besar radius sudut di Set Radius Corner menjadi 30.Buat kotak pada layer isi frame 35, fillcolor pilih warna hitam atau apa saja untuk background.
2)      Copy frame  pada layer isi, caranya klik frame 35 tekan Ctrl+Alt+C, kemudian klik sebelah kanan frame 35 yang masih kosong dan pastekan (Klik Ctrl+Alt+V).
3)      Berikutnya kunci layer background, buka layer pertanyaan, pada frame 1 buat static teks isikan dengan kata “Start” ,
4)      Setelah itu klik Selection Tool, klik kata yang telah di buat tadi, kemudian convet jadikan Button/tombol, caranya tekan F8, pilih Button lalu Ok. setelah itu tekan F9.
5)      Angka 2 menunjukan nomor frame pada layer pertanyaan, karena pertanyaan pertama nantinya akan dibuat di frame 40. Jika pertanyaan pertama nantinya anda buat pada frame 45 (misalnya), maka ganti angka 2 dengan angka 45.
6)      Masih di layer pertanyaan, berikutnya buat frame baru, buat pertanyaan dan jawaban pilihan gandanya dengan static teks.
7)      Setelah itu klik frame 35, tekan F9.
8)      Lalu klik jawaban A convert jadi Button/Tombol, caranya seperti di langkah 2, lalu jawaban B, dan seterusnya jadikan semua jawaban menjadi Button/Tombol. Setelah itu klik jawaban yang benar terlebih dahulu, dan tekan F9.
9)      Angka 3 adalah frame ke 50 pada layer pertanyaan (Frame yang berisi pertanyaan selanjutnya). Dan angka 10 adalah nilai yang didapat jika jawaban benar. Sementara itu pada jawaban lainnya (jawaban salah) masukkan script seperti diatas tetapi tanpa sekor+=10;
10)  Langkah berikutnya buat frame baru untuk pertanyaan lainnya, caranya seperti langkah 5.
11)  Pada frame terakhir (jika semua pertanyaan sudah dibuat), buatlah teks dengan tipe Dinamic Teks bukan Static Teks, untuk menampilkan total nilai, pada kolom “var” masukkan variabel “sekor” dan pada instance name isi dengan “score”.
12)  Berikutnya masuk ke layer action. Pada frame 1 tekan F9.
13)  Buat frame baru pada layer action, tekan F9 dan masukkan kode yang sama seperti pada frame 1, begitu seterusnya hingga jumlah frame sama dengan jumlah frame pada layer pertanyaan.

by:
http://hekynavita.blogspot.com/2015/03/cara-membuat-media-pembelajaran.html

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Sabtu, 15 Februari 2020

PRODUKSI MEDIA PEMBELAJARAN SAINS

 Februari 15, 2020     belajar, ipa, media, mengajar, pembelajaran, sains     No comments   


  1. PENGANTAR
Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang sangat penting adalah metode mengajar dan media pembelajaran. Kedua aspek ini saling berkaitan. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pembelajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media pembelajaran, antara lain tujuan pembelajaran, jenis tugas dan respons yang diharapkan, ternasuk karakteristik siswa. Meskipun demikian, dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru.

Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan minat dan keinginan yang baru, motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pengajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu, sehingga yang menjadi tujuan dari pembelajaran bisa tercapai secara maksimal.Maka dari itu seorang pendidik harus bisa membuat suatu media pembelajaran yang mudah di mengerti oleh peserta didik.

  • Pengertian Media Pembelajaran
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.

Pembelajaran yang berkualitas sangat tergantung dari motivasi pelajar dan kreatifitas pengajar. Pembelajar yang memiliki motivasi tinggi ditunjang dengan pengajar yang mampu memfasilitasi motivasi tersebut akan membawa pada keberhasilan pencapaian target belajar. Untuk mencapai pembelajaran yang baik pengajar perlu menggunakan sebuah media agar materi atau ilmu yang akan disampaikan kepada anak didiknya dapat tersampaikan denggan baik serta dapat dipahami oleh anak didiknya.

Media yang diigunakan pendidik dalam proses pembelajaran adalah media pembelajaran. Oleh karena itu media pembelajaran merupakan alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau keterampilan anak didik  sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar.

  • Jenis – jenis Media Pembelajaran
Ada beberapa macam media pembelajaran yang hingga saat ini digunakan oleh para pengajar. Media – media tersebut dapat digolongkan dalam 4 jenis media pembelajaran yaitu media pembelajaran audio, media pembelajaran visual, media pembelajaran audio-visual, dan media pembelajaran berbasis komputer. Setiap jenis dari media pembelajaran tersebut memiliki kelenihan dan kekurangan masing-masing.
  1. Media pembelajaran audio
Media Dengar (Media Audio) adalah alat media yang isi pesannya hanya diterima melalui indera pendengaran saja. Media Dengar yaitu Radio Rekaman Suara (Audio Cassete Tape Recorder). Media pembelajaran audio, adalah suara ataupun bunyi yang berkaitan dengan materi pembelajaran direkam dengan menggunakan alat perekam suara, kemudian hasil rekaman tersebut diperdengarkan kepada peserta didik dengan menggunakan sebuah alat pemutarnya.

Pengertian media audio menurut para ahli, diantaranya menurut Sadiman ( 2005:49 ) adalah media untuk menyampaikan pesan yang akan disampaikan dalam bentuk lambang – lambang auditif, baik verbal ( ke dalam kata – kata atau bahasa lisan ) maupun non verbal. Sedangkan menurut Sudjana dan Rivai ( 2003 :129 ) yaitu bahan yang mengandung pesan dalam bentuk auditif ( pita suara atau piringan suara), yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga terjadi proses belajar – mengajar.

Macam-macam media audio yang sering digunakan oleh pengajar atau penyampai materi dapat menggunakan radio, kaset audio, dan alat perekam magnetik. Media audio memiliki tempat penyimpanan berupa piringan hitam, kaset pita, CD-DVD, mp3, dan WAV.

Kelebihan media audio ini antara lain adalah murah, praktis, dapat digunakan oleh orang banyak secara bersamaan, penggunaan yang mudah, serta dapat mengatasi keterbatasan ruang dan waktu.

Sementara untuk kekurangan media audio antara lain adalah pengguna media audio ini harus mampu memiliki pemikiran yang abstrak sehingga dapat mampi menampilkan bayangan yang tepat seperti apa yang  telah disampaikan dalam audio tersebut serta pengguna harus memiliki perbendaharaan pengalaman yang cukup banyak.

2. Media Pembelajaran Visual

Media visual adalah media yang menyampaikan informasi dalam bentuk gambar atau secara visual sehingga tidak terdapat suara. media visual ada berbagai jenisnya meliputi modul, poster, buku, gambar, grafik dan lain sebagainya. kegunaan media visual dalam pembelajaran sangat banyak sekali salah satunya adalah membantu mengoptimalkan para tipe pembelajar bergaya visual, sehingga media visual itu sangat berpotensi dan mempunyai banyak manfaat dalam mewujudkan gambaran abstrak menjadi gambaran nyata.

Media visual memiliki beberapa fungsi dan manfaat. Fungsi media visual adalah untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, menggambarkan fakta yang mungkin akan cepat dilupakan jika tidak divisualkan. Beberapa penelitian membuktikan bahwa pembelajaran yang diserap melalui media penglihatan (media visual), terutama media visual yang menarik, dapat mempercepat daya serap peserta didik dalam memahami pelajaran yang disampaikan.

Salah satu keuntungan penggunaan media pembelajaran visual adalah bentuknya dapat dibuat semenarik mungkin agar anak tertarik untuk mempelajarinya. Media Visual terdiri dari:

a.    Media yang tidak diproyeksikan

1)   Media realita adalah benda nyata. Benda tersebut tidak harus dihadirkan di ruang kelas, tetapi siswa dapat melihat langsung ke obyek.
2)   Model adalah benda tiruan dalam wujud tiga dimensi yang merupakan representasi atau pengganti dari benda yang sesungguhnya.

b.    Media proyeksi

1)   Transparansi OHP merupakan alat bantu mengajar tatap muka sejati, sebab tata letak ruang kelas tetap seperti biasa, guru dapat bertatap muka dengan siswa (tanpa harus membelakangi siswa). Perangkat media transparansi meliputi perangkat lunak (Overhead transparancy/OHT) dan perangkat keras (Overhead projector/OHP).
2)   Film bingkai atau slide adalah film transparan yang umumnya berukuran 35 mm dan diberi bingkai 2X2 inci. Dalam satu paket berisi beberapa film bingkai yang terpisah satu sama lain. Manfaat film bingkai hampir sama dengan transparansi OHP, hanya kualitas visual yang dihasilkan lebih bagus.

3. Media audio-visual

Media audio visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media auditif (mendengar) dan visual (melihat).

Media audio visual merupakan media perantara atau penggunaan materi dan penyerapannya melalui pandangan dan pendengaran sehingga membangun kondisi yang dapat membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap.

Manfaat menggunakan audio visual dapat memperoleh pengalaman yang lebih banyak, mengesankan, lebih jelas, dan kongkrit. Macam-macam media pembelajaan audio visual adalah sebagai berikut :

a)      Film Gerak Bersuara
Film adalah alat yang ampuh untuk menyampaikan suatu maksud kepada masyarakat dan juga anak yang lebih banyak menggunakan aspek emosinya dibanding aspek rasionalitasnya.

b)       Televisi
Televisi adalah sistem elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara melalui kabel dan ruang.

c)      Multimedia
Pembelajaran dengan menggunakan multimedia untuk meningkatkan prestasi belajar pembelajar, namun bukan berarti dalam prakteknya tidak ada hambatan.

d)     Komputer
Komputer merupakan jenis media yang secara virtual dapat menyediakan respon yang segera terhadap hasil belajar yang dilakukan oleh pembelajar.

Kelebihan serta kekurangan penggunaan media pembelajaran audio visual yakni ;
a)      Kelemahan
  1. Sering dianggap sebagai hiburan TV
  2. Kegiatan melihat video adalah kegiatan pasif
  3. Menggunakan video berarti memerlukan dua unit alat, yaitu VCD/DVD dan monitor TV
  4. Harganya relatif mahal
  5. Siswa tidak bias melihat secara cepat bagian-bagian tayangan yang sudah terlewatkan.
  6. Tidak mudah dibawah kemana-mana, beberapa media pembelajaran audio visual yang memiliki ukuran besar, cukup menyulitkan untuk dibawa kemana-mana.
  7. Membutuhkan listrik
  8. Cepat rusak
b)      Kelebihan
  1. Menarik, beberapa penelitian membuktikan bahwa pembelajaran yang diserap melalui media penglihatan (media visual), sekaligus dengan pendengaran (media audio), dapat mempercepat daya serap peserta didik dalam memahami pelajaran yang disampaikan. Salah satu keuntungan penggunaan media pembelajaran audio visual adalah tampilannya dapat dibuat semenarik mungkin agar anak tertarik untuk mempelajarinya. Misalnya dengan animasi-animasi kartun tentang perkembangan makhluk hidup yang dikemas dalam cerita menarik.
  2. Baik untuk semua siswa karena dapat mendengar dan melihat
  3. Bisa menampilkan gambar, grafis, diagram ataupun cerita
  4. Variatif karena jenisnya beragam, guru dapat menggunakan beragam film yang ada kartun , tiga dimensi, empat dimensi, documenter.
  5. Bisa diperlambat dan diulang
  6. Dapat digunakan tidak hanya untuk satu orang.

4.      Media berbasis komputer

Media Komputer dapat diartikan sebagai media pembelajaran yang mengoptimalkan peran komputer sebagai sarana untuk menampilkan dan merekayasa teks, grafik, dan suara dalam sebuah tampilan yang terintegrasi.

Pembelajaran dengan komputer akan memberikan motivasi yang lebih tinggi karena komputer selalu dikaitkan dengan kesenangan, permainan dan kreativitas, sehingga pembelajaran itu sendiri akan meningkat.

a.       Manfaat Komputer
  1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan berkala).
  2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera,
  3. Kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lalu bisa ditampilkan lagi
  4. Menarik dan mudah dipahami.
  5. Objek yang terlalu kompleks (misalnya mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dan lain-lain
  6. Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim) dapat divisualkan dalam bentuk film, film bingkai, gambar, dll
  7. Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak didik.
  8. Menimbulkan kegairahan belajar
  9. Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan
  10. Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya.

b.      Kelebihan komputer
  1. Komputer memungkinkan pembelajar dapat belajar sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya dalam memahami pengetahuan dan informasi yang ditayangkan.
  2. Penggunaan komputer dalam proses belajar membuat pembelajar dapat melakukan kontrol terhadap aktivitas belajarnya.
  3. Penggunaan komputer dalam lembaga pendidikan jarak jauh memberikan keleluasaan terhadap pembelajar untuk menentukan kecepatan belajar dan memilih urutan kegiatan belajar sesuai kebutuhan.
  4. Kemampuan komputer untuk menayangkan kembali informasi yang diperlukan oleh pemakainya, diistilahkan dengan komputer dapat membantu pembelajar yang memiliki kecepatan belajar lambat.
  5. Komputer dapat menciptakan iklim belajar yang efektif bagi pembelajar yang lambat, tetapi juga dapat membantu dan memacu efektivitas belajar bagi pembelajar yang lebih cepat.
  6. Komputer dapat diprogram agar mampu memberikan umpan balik terhadap hasil belajar dan memberikan pengukuhan terhadap prestasi belajar pembelajar dan kemampuan komputer untuk merekam hasil belajar.
  7. Pemakaiannya, komputer dapat diprogram untuk memeriksa dan memberikan skor hasil belajar secara otomatis.
  8. Komputer dapat dirancang agar dapat memberikan saran bagi pembelajar untuk melakukan kegiatan belajar tertentu. Dengan kemampuan ini, mengakibatkan komputer dapat dijadikan sebagai sarana untuk pembelajaran yang bersifat individual.
  9. Komputer memiliki kemampuan dalam mengintegrasikan komponen warna, musik dan animasi grafik dan menyebabkan komputer mampu mrnyampaikan informasi dan pengetahuan dengan tingkat informasi dan pengetahuan dengan tingkat realisme yang tinggi. Dan program komputer sering dijadikan sebagai sarana untuk melakukan kegiatan belajar yang bersifat simulasi.
  10. Kapasitas memori yang dimiliki komputer memungkinkan pengguna menayangkan kembali hasil belajar yang telah dicapai sebelumnya. Hasil belajar sebelumnya ini dapat digunakan pembelajar sebagai dasar pertimbangan untuk melakukan kegiatan belajar selanjutnya.
  11. Penggunaan komputer dalam proses belajar dapat meningkatkan hasil belajar dengan penggunaan waktu dan biaya yang relatif kecil. Contoh yang tepat untuk ini adalah program komputer simulasi untuk melakukan percobaaan pada mata kuliah sains dan teknologi. Penggunaan program simulasi dapat mengurangi biaya bahan dan peralatan untuk melakukan percobaan.

c.       Kelemahan komputer
  1. Hambatan dana
  2. Ketersediaan piranti lunak dan keras komputer
  3. Keterbatasan pengetahuan tehnis dan teoris dan penerimaan terhadap teknologi.
  4. Dana bagi penyediaan komputer dengan jaringannya cukup mahal, demikian pula untuk piranti lunak dan kerasnya.
  5. Media pembelajaran pun kurang berkembang karena keterbatasan pengetahuan tehnis dari pengajar.

C.     Pengertian Produksi Media Pembelajaran

Pengertian Produksi dari situs Wikipedia, Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang.

Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi.
media pembelajaran merupakan alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau keterampilan anak didik  sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar.
-------
Jadi produksi media pembelajaran adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan sebuah alat bantu pembelajaran yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran,perasaan, perhatian dan kemampuat sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar.
-------
                                                                                              
D.    Proses Produksi Media Pembelajaran

Proses produksi media pembelajaran melalui 3 tahap, yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi.
1.    Pra- Produksi media pembelajaran
Pada tahap ini semua jenis media pembelajaran hampir tidak ada yang berbeda, semuanya sama yaitu telaah kurikulum dan penulisan naskah. Hanya pada media berbasis komputer dan media visual dapat berupa naskah pedoman pembuatan/produksi media atau program.

a) Telaah Kurikulum
- Mengapa harus dilakukan telaah kurikulum?
- Siapa yang melakukan telaah kurikulum?

Dalam mengembangkan media untuk menunjang pembelajaran, semestinya mengacu pada kurikulum. Kurikulum dijadikan sebagai acuan utama, dalam menentukan kompetensi yang akan dimuat untuk diajarkan kepada siswa melalui media audio, sehingga media pembelajaran yang dibuat sesuai dengan tujuan dan tepat sasaran. Telaah kurikulum harus dilakukan oleh guru, dikaji oleh ahli materi dan ahli media. Peranan guru adalah menentukan materi dalam media yang dapat mewakili kompetensi yang diharapkan yang akan yang sesuai dengan kompetensi dan jejang pendidikan. Sebagai contoh, materi SD harus ditelaah oleh guru SD, materi SMP ditelaah oleh guru SMP, dan seterusnya Peranan ahli materi yaitu untuk menjaga agar materi tetap harus benar dan sesuai dengan sasaran tidak lebih dan tidak kurang. Di samping itu ahli materi juga harus menginformasikan perkembangan ilmu tersebut yang terkini.  Peranan ahli media harus mengkaji dan memastikan pemilihan materi yang akan diangkat ke dalam media audio sesuai dengan karakteristik media tersebut, karena tidak semua materi yang ada di kurikulum dapat dibuat ke dalam media audio secara menarik.

b) Penulisan Naskah atau blue print
Naskah ditulis oleh orang yang dianggap mampu untuk menulis naskah media tersebut. Naskah yang ditulis akan dikaji oleh ahli materi dan ahli media. Ahli materi akan mengkaji kebenaran, kecukupan, dan ketepatan pemilihan aplikasi atau \prototipenya. Sedangkan ahli media akan mengkaji kemenarikan penyampaian materi tersebut sesuai karakteristik media tersebut. Tahapan penulisan naskah, yaitu persiapan, penelitian, pengorganisasian informasi, penulisan sinopsis dan treatment, dan skenario/naskah.

2.    Tahap Produksi
Produksi media pembelajaran ini diawali dengan diterimanya naskah atau prototipe oleh team produksi. Setelah itu dilakukan langkah-langkah produksi, yaitu: pembentukan tim produksi, rembug naskah (script conference), Pemilihan pemain (casting), latihan kering, rekaman (recording), editing dan mixing, preview, pembuatan master (mastering) dilakukan pada media audio dan audio-visual.
Sedangkan pada , media visual atau komputer terdapat pemilihan bahan dan alat pembuat media atau pemilihan program(software) pembuat media.

1) Team Produksi
Produksi media ini merupakan kerja bersama (team work), kerja dari sekelompok orang yang memiliki keahlian atau ketrampilan berbeda, sehingga diperlukan koordinasi antar anggota tim sehingga terwujud media yang baik, menarik dan komunikatif. Anggota tim tersebut yaitu :
a) Sutradara, orang yang bertanggung jawab atas semua aspek manajemen dan artistik dari sebuah produksi.
b) Operator, mempersiapkan peralatan rekam dan bertanggung jawab atas hasil perekaman.
c) Teknisi, mengontrol dan memastikan semua peralatan dalam keadaan siap pakai.
d) Penata musik, mempersiapkan musik dan sound effect sesuai dengan naskah.
e) Editor.
f) Animator.
g) Progammer, ahli dalam bidang pemograman komputer.

2) Rembuk Naskah (Script Conference)
Setelah Sutradara menerima dan mempelajari, kemudian dilakukan rembuk naskah dengan penulis naskah, ahli materi dan ahli media. Rembuk naskah diperlukan untuk menyamakan persepsi pemahaman terhadap naskah, sehingga apabila diproduksi tidak terjadi kesalahan yang fatal.

3) Pemilihan Pemain (Casting)
Setelah rembuk naskah dilakukan, langkah selanjutnya yaitu pemilihan pemain. Pemain disini adalah orang yang akan memerankan tokoh dalam naskah. Pemilihan pemain yang baik, sesuai dengan karakter tokoh yang dituntut dalam naskah akan membuat media audio bagus dan menarik.

4) Latihan Kering
Latihan kering maksudnya, para pemain diberi kesempatan untuk mempelajari naskah dan berlatih sebelum rekaman, agar mereka benar-benar paham akan isi pesan, alur cerita dan peran masing-masing dalam naskah tersebut. Hal ini untuk menghindari banyak kesalahan pada saat rekaman.

5) Rekaman(Recording)
Rekaman adalah proses pengambilan suara dari masing-masing pemain. Sutradara adalah pengendali sepenuhnya jalannya rekaman. Sutradara bertanggung jawab atas kualitas hasil rekaman.

6) Editing dan Mixing
Editing: maksudnya adalah membuang atau memotong kata-kata salah yang dianggap tidak perlu atau juga menambah efek, misalnya echo. Mixing: maksudnya mencampur atau menambah musik, background, dan soundeffect sehingga media audio lebih terkesan menarik.

3.      Tahap pasca-produksi
7) Preview
Preview adalah kegiatan evaluasi terhadap hasil produksi. Preview ini dilakukan oleh tim yang melibatkan pengkaji materi, pengkaji media, dan sutradara sebagai penanggung jawab produksinya. Evaluasi terhadap hasil produksi ini ditinjau dari segi materi dan media. Jika hasil produksi belum dinyatakan layak, maka harus dilakukan perbaikan sesuai dengan masukan tim preview.


8) Pembuatan Master (Mastering)
Menyimpan atau merekam hasil produksi media pembelajaran ini dalam kaset, CD, atau media penyimpanan lainnya. Master pembelajaran ini yang kemudian akan dijadikan master jika diperlukan penggandaan. Mastering hanya dapat dilakukan pada media audio, audio-visual dan media berbasis komputer.


DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar.  Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers. 2011.
Asyhar, H Rayandra. KREATIF MENGEMBANGKAN MEDIA PEMBELAJARAN. Jakarta: Gaung Persada press
http://tips-mempercepat-komputerku.blogspot.com/2008/08/produksi-media-audio-visual.html  (18 desember 2013 19:08)
http://nurmuharfirmansyah.blogspot.com/2012/12/makalah-ilmu-media-pembelajaran.html (18 desember 19:20)
id.wikipedia.org/wiki/produksi
http://asjanah.blogspot.com/2014/01/produksi-media-pembelajaran.html

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Sabtu, 04 Januari 2020

LANDASAN HUKUM PENDIDIKAN

 Januari 04, 2020     hukum, landasan, pendidikan, pendidikan nasional, undang-undang, UUD     No comments   


A.      Pengertian Landasan Hukum
Landasan hukum didasarkan pada asumsi-asumsi yang bersumber dari peraturan perundangan yang masih berlaku. Landasan hukum menjadi dasar bagi pemerintah, penyelenggara pendidikan dan masyarakat dalam rangka memenuhi tugas dan kewajiban serta hak-hak yang diperoleh dalam penyelenggaraan pendidikan.
Landasan hukum dapat diartikan peraturan baku sebagai tempat berpijak atau titik tolak dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu, dalam hal ini kegiatan pendidikan. Tetapi tidak semua kegiatan pendidikan dilandasi oleh aturan-aturan baku ini, contohnya aturan cara mengajar, cara membuat persiapan, supervisi, yang sebagian besar dikembangkan sendiri oleh para pendidik.
B.       Pendidikan Menurut Undang Undang Dasar 1945
Undang - Undang Dasar 1945 merupakan hukum tertinggi di Indonesia, dan  mendasari semua perundangan-undangan yang ada yang muncul kemudian. Hal ini yang membuat Undang - Undang Dasar mengandung isi yang sifatnya umum. Dalam pembukaan UUUD 1945 disebutkan bahwa salah satu cita-cita nasional dalam bidang pendidikan yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuan ini yang medasari pasal-pasal dalam UUD 1945 yang khusus mengatur tentang pendidikan.
Pasal-pasal yang berkaitan dengan pendidikan dalam Undang Undang Dasar 1945 adalah pasal 31 dan 32. Pasal 31 Ayat 1 yang bunyinya; Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran menjadi dasar bahwa pendidikan merupakan hak dari setiap warga negara Indonesia dan pemerintah berkewajiban untuk memenuhinya. Lebih lanjut ditegaskan dalam Pasal 31 Ayat 2 yang berbunyi: Setiap warga Negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Ayat ini menegaskan tentang wajib belajar di Indonesia adalah 9 tahun. Pemerintah berkewajiban membiayai wajib belajar 9 tahun yaitu di jenjang SD/MI dan SMP/MTs.
Kewajiban Negara ini berkaitan dengan Ayat 4 pasal 31,yang mengharuskan anggaran pendidikan minimal 20% dari APBN dan APBD. Ayat 3 pasal 31 membahas tentang sistem pendidikan nasional. Ayat ini mengaharuskan pemerintah mengadakan satu sistem pendidikan nasional, untuk member kesempatan kepada setiap warga negera memperoleh pendidikan.  
Sedangkan pasal 32 mengatur tentang kebudayaan. Ayat 1 bermaksud memajukan budaya nasional dan member kesempatan kepada masyarakat untuk mengembangkannya. Ayat 2 menjelaskan bahwa Negara menghormati negara bahasa daerah sebagai bagian dari budaya nasional.
Kebudayaan adalah hasil budi dari manusia, dan pendidikan adalah bagian dari kebudayaan. Kebudayaan akan berkembang bila budi daya manusia ditingkatkan. Peningkatan budi daya dapat melalui pendidikan. Bila pendidikan baik maka kebudayaan akan baik pula. Jadi kebudayaan dan pendidikan adalah unsur yang saling mendukung satu sama lain.

C.      Undang Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
Undang undang ini selain memuat pembaharuan visi dan misi pendidikan nasional. Visi Pendidikan Nasional adalah: Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.
Sedangkan misi pendidikan nasional kita adalah sebagai berikut:
  1. Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia.
  2. Membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar.
  3. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral.
  4. Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar nasional dan global.
  5. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI.

Dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional diperoleh landasan yang mengatur ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
1.             Ketentuan Umum (Pasal 1)
2.             Dasar, Fungsi dan Tujuan Pendidikan Nasional (Pasal 2 s/d 3)
3.             Prinsip Penyelenggaraan Pendidikan (Pasal 4)
4.             Hak dan Kewajiban Warga Negara, Orang Tua Dan Masyarakat, dan Pemerintah (Pasal 5 s/d 12)
5.             Jalur Jenjang dan Jenis Pendidikan (Pasal 13 s/d 32)
6.             Bahasa Pengantar (Pasal 33)
7.             Wajib Belajar (Pasal 34)
8.             Standar Nasional Pendidikan (Pasal 35)
9.             Kurikulum (Pasal 36 s/d 38)
10.         Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Pasal 39 s/d 44)
11.         Sarana dan Prasarana Pendidikan (Pasal 45)
12.         Pendanaan Pendidikan (Pasal 46 s/d 49)
13.         Pengelolaan Pendidikan (Pasal 50 s/d 53)
14.         Peran Serta Masyarakat Dalam Pendidikan (Pasal 54 s/d 56)
15.         Evaluasi Akreditasi dan Sertifikasi (Pasal 57 s/d 61)
16.         Pendirian Satuan Pendidikan (Pasal 62 s/d 63)
17.         Penyelenggaraan Pendidikan Oleh Lembaga Negara Lain (Pasal 64 s/d 65)
18.         Pengawasan (Pasal 66)
19.         Ketentuan Pidana (Pasal 67 s/d 71)
20.         Ketentuan Peralihan (Pasal 72 s/d 74)
21.         Ketentuan Penutup (Pasal 75 s/d 77)

D.      Undang Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
Undang undang ini memuat 84 Pasal yang mengatur tentang:
1)      Ketentuan Umum (Pasal 1)
2)      Kedudukan Fungsi dan Tujuan (Pasal 2 s/d 6)
3)      Prinsip Profesionalitas (Pasal 7)
4)      Peraturan Tentang Guru dan Dosen (8 s/d 76)
a.       Kualifikasi Akademi
b.      Hak dan Kewajiban
c.       Wajib Kerja dan Ikatan Dinas
d.      Pengangkatan, Penempatan, Pemindahan, dan Pemberhentian
e.       Pembinaan dan Pengembangan
f.       Penghargaan
g.      Perlindungan
h.      Cuti
i.        Organisasi Profesi dan Kode Etik
5)      Sanksi (Pasal 77 s/d 79)
6)      Ketentuan Peralihan (Pasal 80 s/d 81)
7)      Ketentuan Penutup (Pasal 82)

E.       Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Selain Undang-Undang di atas landasan yuridis dalam pendidikan kita juga diatur dengan Kebijakan dalam tingkat Kementrian melalui penerbitan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas). Beberapa Permendiknas yang telah terbit dan mengatur tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah sebagai berikut:
1.      Permendiknas No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi
2.      Permendiknas No. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan
3.      Permendiknas No. 19 tahun 2007 tentang Standar pengelolaan
4.      Permendiknas No. 41 tahun 2007 tentang Standar Proses
5.      Permendiknas No. 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian
6.      Permendiknas No. 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana dan prasarana
7.      Permendiknas No. 69 tahun 2009 tentang Standar Pembiayaan
8.     Standar Pendidik dan Tanga Kependidikan diatur dalam banyak Peraturan Mentri diantaranya adalah Permendiknas No. 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Guru.

F.       Implikasi Konsep Pendidikan
Sebagai implikasi dari landasan hukum pendidikan, maka pengembangan konsep pendidikan di Indonesia adalah sebagai berikut:
  • Ada perbedaan yang jelas antara pendidikan akademik dan pendidikan profesional.
  • Pendidikan profesional tidak cukup hanya menyiapkan ahli dalam menerapkan suatu teori.
  • Sebagai konsekuensi dari beragamnya kemampuan dan minat siswa serta dibutuhkannya tenaga kerja menengah yang banyak, maka perlu diciptakan berbagai ragam sekolah kejuruan.
  • Untuk merealisasikan terwujudnya manusia Indonesia seutuhnya maka perlu ada perhatian terhadap pengembangan afeksi, kognisi dan psikomotor pada semua tingkat pendidikan.
  • Pendidikan humaniora perlu lebih menekankan pada pelaksanaan dalam kehidupan seharĂ­-hari agar pembudayaan nilai-nilai Pancasila akan lebih mudah dicapai.
  • Isi kurikulum muatan lokal agar disesuaikan dengan norma-norma, alat, contoh dan keterampilan yang dibutuhkan di daerah setempat.
  • Perlu diselenggarakan suatu kegiatan badan kerjasama antara sekolah masyarakat dan orang tua untuk menampung aspirasi, mengawasi pelaksanaan pendidikan, untuk kemajuan di bidang pendidikan.


 Sumber:
  1. Pembukaan UUD 1945.
  2. UUD 1945.
  3. Undang-Undang No. 20 Th. 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  4. Undang-Undang No. 14 Th. 2005 Tentang Guru dan Dosen.
  5. Pidarta, Made. 2007. Landasan Kependidikan. Jakarta : Rineka Cipta
  6. Syarifudin Tatang. 2007. Bahan Ajar “Landasan Pendidikan”. Bandung: Percikan Ilmu
  7. http://sarahsmart.org/landasan-hukum-pendidikan-indonesia/

______________________________________________________________


Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg
Postingan Lama Beranda

Mengenai Penulis

Foto saya
Vicca Hilyana
Kudus, Jawa Tengah, Indonesia
Pengajar Sains
Lihat profil lengkapku

Blog Archive

  • ▼  2022 (1)
    • ▼  April (1)
      • Konsep Sains
  • ►  2020 (3)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (6)
    • ►  Desember (6)

Popular Posts

  • HUKUM-HUKUM NEWTON
    Massa suatu benda adalah ukuran kelembamam (inersia) dari suatu benda tersebut.  Kelembamam (inersia) adalah kecenderungan suatu be...
  • Perubahan Energi Listrik Menjadi Energi Cahaya, Bunyi, Gerak
    Energi adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh suatu benda agar benda tersebut dapat melakukan usaha. Energi dapat hadir dalam lima bentuk, d...
  • GERAK HARMONIK SEDERHANA DAN PEGAS
    PERIODE (T) Dari suatu gerak berulang di dalam suatu sistem, yaitu yang bergetar atau berotasi dengan cara berulang-ulang, adalah waktu...

Categories

gaya fisika massa newton waktu Quiz hukum newton kecepatan percepatan usaha UUD air baterai belajar bunyi. angin cahaya energi fluida fluida statik fluida statis gerak hidrostatik hidrostatis hukum ipa kincir angin landasan listrik media mengajar pembelajaran pendidikan pendidikan nasional perubahan energi sains sistem sistem hidrolik sistem hidrolis tekanan undang-undang zat cair

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Translate

Mediajaronline. Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © Media Ajar Online | Powered by Blogger
Design by Hardeep Asrani | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates